Selasa, 23 Mei 2017

Cause Life is the Journey



Hidup itu tidak selamanya Berjalan mulus sesuai Harapan ..

Sebab ..

Butuh Batu Kerikil tajam agar kita berhati-hati

Butuh Semak berduri agar selalu waspada

Butuh Persimpangan agar kita bisa lebih bijak dalam memilih



Butuh Petunjuk jalan agar memiliki harapan pasti tentang Arah masa depan



Semua yang kita rasakan baik/ buruk adalah apa yang harus kita terima


Rasakan ..
Resapi  ..
Nikmati  hidup ini selalu dengan Rasa Syukur kepada sang Pencipta semesta alam ALLAH SWT.

*+*

Minggu, 21 Mei 2017

Cerdasnya HABIB RIZIEQ


Cakeppp Nih Tulisan..... Oleh.Bayu Santoso 👍👍👍👍

Baca comment2 di kolom komentar tribunenews .com gw mo ketawa2..
ini gila apa goblok yaa mereka??..

Mereka comment soal habib mengadu/mengemis2 ke komisioner HAM PBB, Jenewa. Dalam banyak koment mereka ada yg bilang..

"menghina kafir, tapi mengadu ke kafir"..
"dasar habib ga tau malu, maki2 kafir, giliran mo ditangkep polisi..ngabur, eh..skrng malah ngemis2 ke kafir.."..dst.dst ..

Banyak makian ditujukkan ke habibina Riziek..
Hehehehe..kasihan yaa mereka yg mencaci maki habib..amat sangat ga faham masalah.

Mereka ga nyadar..kalo saat ini habib sedang "menyerang" langsung ke jantungnya kaum kafir.

Habib sedang melancarkan serangan balik MEMATIKAN!.

1. Masuk ke jantung-nya HAM Pusat!.

Selama ini yg teriak2 pake toa dgn volume mentok...soal HAM siapa???..

- ahok dipenjara, hakim melanggar HAM!!
 (loe kira menista keyakinan org laen kaga termasuk melanggar HAM?? mikir cumi!!)..

-warga kp. Aquarium, bukit duri dll digusur ahok..dihilangkan sumber penghasilan bapaknya dan anak2nya  kehilangan kesempatan sekolah..loe kaga teriak HAM???? !!!

-warga muslim yang dibantai dibunuh di thailand, poso, suriah dan belahanan bumi milik Allah lainnya kaga ada yg teriak soal HAM!!! Biadab loe ye!!!
___________

Nah!!..sekarang giliran Habibina..ngetes puuoolll komisioner HAM PBB ..!!! sekaligus nyuruh PBB mikiirr keras soal HAM yg bener..

Habib akan jelasin semuanya di Jenewa..soal HAM dan keadilan versi islam..dan akan jelasin soal duduk perkara sebenarnya yg terjadi di jakarta dan Indonesia pada umumnya.

(yg gw tau Habib itu kalo bertindak kaga nanggung.."sekali gerak, jutaan muslim terselamatkan"...kesempatan terbaik buat khotbahin para aktivis HAM pusat!!!..).

Moment ini adalah moment terbaik bagi ummat islam menyampaikan kepada seluruh komisioner HAM PBB..sekaligus menyadarkan apa itu Islam dan bagaimana Islam memandang HAM dan keadilan.
________

2. Habibina dengan sikap "diam"nya beliau saat ini sebenarnya adalah jawaban seluruh pertanyaan "institusi penegak hukum antek kafirun, munafikun dan fasiqun" (sorry gw kaga nyebut..antum juga udah pada tau lah yg dimaksud). Bahkan habibina memberikan kesempatan agar supaya mereka mikirr ulang dan segera bertobat!!..karena mereka banyak juga yg muslim.
__________

3. Habibina akan menggunakan tangan dan mulut komisioner HAM PBB untuk menjawab seluruh fitnahan yg mendera umat islam dan pribadinya..(dalam ilmu komunikasi..kesahihan sumber berita akan mempengaruhi sikap dan tindakan penerima informasi..ini sering disebut "kredibilitas sumber"). Jadi kalo komisionernya HAM PBB berhasil disadarkan oleh Habibina dan menyatakan bahwa ada salah satu institusi penegak hukum negeri ini melanggar HAM, maka harusnya para kaum "otak cetek" ikut nurut dan manut..juga..

INGAT..laporan soal HAM ke PBB bukan cuma kasus habib doank....reklamasi, sribintang pamungkas dan lain lainnya juga dah ngantri...cuy!..
__________

4. Habibina sedang menyadarkan kita semua bahwa melawan itu kudu pake ilmu, otak dan kecerdasan..bukan cuma pake "toa" doank..teriak teriak bawa senjata masuk bandara..ngandelin penegak hukum pro dia...beeeh cemeeen...

5. Habinina juga sedang mengingatkan kita
bahwa memfitnah itu bisa menghancurkan!!!..maka fitnah dalam islam masuk dalam kejahatan dosa besar. Balesannya ya tau sendiri lah!..

6. Habibina sedang "menyindir" sekaligus memberi pelajaran ke "petugas partai" pembenci umat islam tentang "menolak pemanggilan".

Dulu, mbok banteng.. juga menolak pernah dipanggil oleh KPK. Malahan partainya mengancam akan menggeruduk KPK jika KPK tetap memaksa memanggilnya"..
.(lah ini FPI kaga ada tuh yg ngancem2 pelokis..padahal kan habib bisa banget nyuruh laskar2nya ngelindungan beliau..)

Baca nih link beritanya..

 http://m.viva.co.id/berita/politik/205454-mega-dipanggil-kpk-pdip-keluarkan-instruksi

7. Habibina ingin melihat seberapa besar cinta kita terhadap agama..karena salah  satu dampak cinta agama akan berujung pada ukhuwah/persatuan..gw yakin ini adalah salahsatu langkah habib agar kita bersama sama berjalan menuju "imam yang satu diujung jaman" yg mungkin beberapa belas tahun ke depan akan segera muncul..

Wallahu a'llam..
inget ya sob..tetep mencari ilmu yg bener dan tetep istiqomah dijalan Allah..

Salam MCA
#KamiBersamaHRS

7 juta Dukungan Umat ISLAM kepada ULAMA HABIB RIZIEQ

*Luar Biasa Dukungan Umat Islam Untuk Habib Rizieq, "GERAKAN 7 JUTA STATUS" Mengguncang Sosial Media*


Jagad sosial media dipenuhi dukungan Umat Islam untuk Habib Rizieq dan Para Ulama.

Lewat "GERAKAN 7 JUTA STATUS", netizen muslim ramai-ramai membuat status berisi dukungan penuh mereka kepada Habib Rizieq dan Para Ulama yang kini tengah didzolimi.

"Kami Percaya Ulama,
Habib Rizieq Shihab,
Dan Mendukung Perjuangannya."

Demikian isi status dukungan Umat Islam yang bergema sangat massif di jejaring sosial media Facebook.

Tidak hanya di Facebook, di jejaring Twitter juga sangat marak dengan tagar #KamiBersamaHRS yang menjadi Trending Topik.

Masya Allah...
Umat Islam sekarang TAK LAGI HANYA DIAM "Nrimo" atas kedzoliman, tapi mereka sekarang SUDAH BANGKIT bergerak dalam gelombang dahsyat.

Makar musuh-musuh Islam untuk menjauhkan UMAT dari ULAMA dengan berbagai rekayasa dan fitnah keji TERBUKTI TAK MEMPAN.

Mereka kira fitnah terhadap ULAMA akan membuat UMAT lari menjauh.

Mereka kira UMAT bisa "dibodohi, dibohongi" pake chat-chatan macam-macam itu....

Semakin ULAMA didzolimi dengan segala rekayasa, semakin Tinggi Ghiroh UMAT ISLAM bangkit membela.

"GERAKAN 7 JUTA STATUS" ini sebagai deklarasi "UMAT AKAN SELALU BERSAMA ULAMA"....

Selasa, 16 Mei 2017

Fakta sejarah FPI

"Takbir .."

Front Pembela Islam (FPI) adalah organisasi yang didirikan tahun 1998 tak lama setelah Suharto turun dari jabatan Presiden RI. Pimpinan pertama FPI adalah Habib Muhammad Rizieq Shihab yang lebih dikenal dengan singkatan HRS.

Di tahun-tahun awal pendirian organisasi ini sangat kontroversial karena banyak melakukan berbagai aksi memerangi kemunkaran dengan cara menyerbu tempat-tempat maksiat, penjual minum keras, pengedar narkoba dengan menggunakan laskarnya yang dikenal dengan LPI (Laskar Pembela Islam).

Meskipun demikian FPI juga banyak melakukan berbagai aksi kemanusiaan, bukan hanya di Indonesia bahkan sampai ke Palestina. Ketika terjadi tsunami Aceh FPI adalah ormas pertama yang turun ke Aceh bahkan lebih cepat dari berbagai badan pemerintah seperti SAR dan PMI. FPI menurunkan sampai 3000 relawan yang mengumpulkan tujuh puluhan ribu jenazah untuk kemudian dikebumikan secara layak, disamping TNI yang berhasil mengevakuasi tigah puluhan ribu jenazah dan PMI yang mengevakuasi dua puluh lima ribu jenazah.

HRS bahkan berada di Aceh selama 4 bulan dan turun langsung ke lapangan dalam berbagai aksi evakuasi.  FPI berada di Aceh sampai selama setahun bekerja menyalurkan bantuan, rehabilitasi korban, dan membantu pembangunan infrastruktur yang rusak parah. Kepala Humas Polda Aceh Kombes Sayyid Husaini yang tewas karena tsunami ditemukan oleh relawan FPI meskipun media melaporkan ditemukan oleh warga, suatu manipulasi berita dan tak masuk akal ditemukan oleh warga yang juga menjadi korban.

FPI juga turun dalam berbagai musibah lainnya seperti gempa Padang dan banjir bandang Tasikmalaya.  Untuk banjir Jakarta sudah tak perlu diceritakan lagi, FPI membangun dapur umum dan juga melakukan evakuasi bagi masyarakat yang terkena dampak karena banjir.

Organisasi yang awalnya dianggap anarkis ini perlahan dan pasti dianggap menjadi malaikat penolong karena berbagai aktifitasnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.  Tuduhan FPI suka berlaku anarkis menjadi sirna setelah ternyata kemudian terbukti bahwa berbagai aksi itu dilakukan karena aparat keamanan tidak melakukan tindakan yang tegas. Aksi FPI itu juga sudah dilakukan melalui tahapan peringatan beberapa kali. Berbagai masalah sosial yang disebabkan oleh narkoba, minuman keras, dan sebagainya seperti kecelakaan yang terjadi dekat Gambir yang dilakukan pengendara yang dalam pengaruh narkoba semakin menunjukkan bahaya penyakit sosial yang coba diberantas oleh FPI.

Meskipun demikian suara-suara yang inginkan FPI bubar tetap ada.  Sepanjang pemerintahan SBY berulang kali upaya dilakukan untuk membubarkan FPI tapi selalu gagal. HRS juga berulang kali berkata jika FPI dibubarkan maka HRS akan kembali mendirikan FPI dengan nama yang berbeda.

Meskipun demikian kampanye-kampanye dan penggiringan opini bahwa FPI adalah organisasi anarkis sudah tak lagi laku dijual. FPI adalah penggerak utama aksi 212 di Jakarta yang dilakukan pada Jumat 12 Februari 2017 yang dihadiri sekitar 7 juta orang yang dilakukan secara damai, tak merusak, dan tak mengotori. Tak ada rumput yang patah diinjak dan tak ada remah roti yang tak dibersihkan.

Aksi mobilisasi jutaan orang ini menjadi sangat fenomenal karena dilakukan tanpa publikasi di berbagai media cetak dan elektronik. Yang ada justru berbagai himbauan untuk tak menghadiri aksi yang tak digubris oleh banyak kalangan ummat Islam yang datang menghadiri aksi 212 dari berbagai penjuru Indonesia.  Aksi ini pun bahkan diwarnai dengan aksi heroik dari para Santri Ciamis yang melakukan aksi jalan kaki dari Ciamis ke Jakarta karena berbagai perusahaan bis ditekan oleh pihak kepolisian untuk tidak menyewakan busnya untuk digunakan oleh peserta aksi. Aksi jalan para santri dielu-elukan sepanjang jalan dari Ciamis ke Jakarta.

Warga tumpah ruah menyambut para santi, menyediakan berbagai keperluan yang dibutuhkan mulai dari makanan dan minuman dan bahkan tukang pijat. Banyak yang berurai air mata menyambut kedatangan para santri karena tak bisa ikut serta hadir ke Jakarta karena berbagai kendala yang dihadapi.

Harus diketahui bahwa pembubaran dan pembekuan organisasi di zaman reformasi adalah tidak semudah di periode sebelumnya. Bahkan di periode sebelumnya, hak berorganisasi dan berkumpul telah termaktub dalam konstitusi UUD 1945. Di zaman reformasi, pembubaran organisasi harus dilakukan lewat pengadilan dimana penggugat bisa meminta hakim untuk membubarkan ormas tertentu dengan membawa bukti-bukti yang bisa digunakan sebagai alasan pembubaran ormas.

FPI telah menjadi organisasi nasional dan organisasi besar disamping organisasi Muhammadiyah dan NU yang telah berdiri bahkan sejak Indonesia belum merdeka. Ada jutaan anggota FPI yang terdaftar di berbagai pelosok tanah air dan lebih banyak lagi para simpatisan FPI yang siap bergerak kapanpun jika dibutuhkan. Suka tidak suka FPI telah berakar kuat di masyarakat Indonesia. HRS juga nampaknya sadar bahwa dia selalu menjadi target penguasa sehingga HRS melakukan estafet kepemimpinan FPI yang sekarang ketuanya dijabat oleh Habib Shobri Lubis dan HRS cukup menjadi Imam besar FPI.

Negara tak punya hak membubarkan institusi perkawinan yang hanya mengikat seorang pria dan wanita. Bagaimana negara mau bubarkan sebuah institusi besar yang mengikat jutaan anggota dalam bendera FPI ?

Minggu, 14 Mei 2017

Tragedi Kerusuhan Makasar 1997 disebabkan 1 Orang etnis cina


(Dari tulisan seorang etnis cina di site kaskus)

Saya masih bermukim di kota Makassar ketika kerusuhan itu meletus. Masih di bangku kelas 1 SMA 05 Makassar.
Ketika itu saya akan berangkat ke sekolah, dari kediaman saya di Jl. Sungai Saddang Baru. Saya menunggu hampir 2 jam, tidak ada bus yang datang, saya heran kenapa jalanan sangat lengang. Tak lama sebuah panzer melintas, diiringi letusan senjata. Seorang tentara tiba-tiba menarik lengan saya sambil berkata ; " Pulang, jangan keluar rumah". Saya kemudian balik arah, saya sangat ketakutan sambil terus-menerus bertanya, apa gerangan yang terjadi.
Setiba di rumah, seorang rekanan PLN rekan bokap saya sudah berkumpul bersama keluarganya. Raut wajah mereka sangat ketakutan. Bokap cuma berpesan ; "Jangan bilang-bilang orang, Acung adadi rumah kita".
Saya berusaha cari informasi apa yang telah terjadi. Dari radio RRI akhirnya saya mengetahuinya, Kota Makassar sedang rusuh, penjarahan terjadi di mana-mana. Etnis Cina melawan etnis Bugis Makassar.
Kejadian ini rupanya dipicu akibat terbunuhnya seorang anak dosen IAIN, Anni Mujahidah Rasuna, yang ditebas sebilah pedang oleh Benni seorang anak pengusaha Cina yang menyuplai botol kecap dan saos.
Kronologis kejadiannya sebagai berikut ;
Pemicunya adalah Benny yang terkenal temperamen sering mengancam-ancam golok kepada pribumi yang tidak dia senangi. Tanggal 15 September 1997, dia keluar rumah membawa pedang sambil mengancam seorang pedagang tahu. Pedagang itu kemudian dikejarnya. Tepat di taman Air Mancur Veteran Selatan, dia mengancamsiapa saja yang melintas. Dan nasib malang menimpa seorang bocah perempuan berusia 9 tahun. Anni ditebas hingga tewas oleh Benny.
Benny yang terkenal temperamen itu kemudian pulang setelah membunuh Anny.
Namun, warga sadar diri, sehingga walaupun ketika itu mengganggu Cina dikala itu sama saja bunuh diri. Itu disebabkan saking dekatnya warga Cina yang kaya raya dengan aparat kepolisian.
Namun kasus pembacokan itu menyebar malam itu juga. Berita berhembus sampai ke Gowa, pusat suku Makassar. Kasus pembacokan juga bocor lewat radio hingga ke Maros. Tersentuhlah sentimen kesukuan pribumi.
Apalagi pembacokan tidak ada tindakan hukum oleh aparat. Malam itu juga sekitar pukul 00.00, massa pribumi merangsek ke Jl. Kumala. Benny rupanya punya juga rekan-rekan Cina yang merupakan geng Cina di Veteran Selatan. Namun apa daya, massa pribumi lebih besar. Malam itu Benny terbunuh, 500 orang lebih warga Cina geng benni terluka. Jutaan massa mulai melakukan perusakan rumah-rumah dan toko-toko warga keturunan di Jalan Kumala, Ratulangi, dan sekitarnya. Massa kemudian bergerak ke Jalan Veteran, Penghibur, Nusantara, Timor, Sulawesi, Ahmad Yani dan Jalan Wahidin Sudirohusodo sambil melakukan pengrusakan, pelemparan dan pembakaran terhadap kendaraan dan rumah penduduk Cina. Hapir seluruh rumah penduduk cina habis terbakar.
Aparat yang menjaga rumah-rumah dan pusat pertokoan Cina tidak luput dari amuk massa. Mereka juga ikut diserang karena dianggap ingin membela kelompok cina.
Malam itu Makassar menjadi lautan Api.
Keesokan harinya beredar selebaran bertuliskan lontara ; "Mana siri kita..., Mana Pabbulo Sibatangta...,Accera Sitongka-tongka?, Mana barambang bete-beteta?" . Emosi warga semakin tersulut. Kerusuhan pun meletus selama 1 minggu. Polisi dan tentara tidak sanggup meredakan emosi massa.
Beberapa rumah yang takut dijarah dan dirusak memasang tulisan "milik pribumi" atau sajadah yang ditempel di kaca jendela menjadi pemandangan baru di sana. Bahkan, hotel milik Yusuf Kalla, bos Kalla Grup, memajang tulisan besar "Hotel Ini Milik Haji Kalla". Ada juga yg ini: "Hotel Ini Milik Tanri Abeng/Pemda". Adalagi sebuah tempat karaoke bertuliskan"Ini Milik Kodam".
Kodam 7 Wirabuana meminta tambahan pasukan dari Jakarta. Namun pasukan tambahan cuma bisa mencegah Matahari Dept. Store belaka menjadi sasaran amuk massa. Hari itu menjadi sangat panas, bantuan pasukan TNI dari Jawa justru memicu nyali warga Bugis Makassar untuk semakinamuk. Perintah tembak di tempat ditanggapi panas oleh warga. Warga menantang tentara, waktu itu beredar semboyan ; "1 orang Bugis Makassar ditembak, 4 tentara mati !" . ini semakin kisruh. Akhirnya pasukan ditarik ke Jl. jend Sudirman saja mengamankan aset-aset pemerintahan.
Akhirnya waktu itu jalan terbaik meredakan masalahdan kerusuhan adalah lewat dialog.Warga Bugis Makassar adalah warga yang sebenarnya mudah diajak negosiasi.
Bencana ini menyebabkan kerugian sebesar Rp 117, 5 milyar, 2000 rumah dan toko hancur, 80 mobil rusak, 150 sepeda motor ludes, lima orang tewas, 13 mahasiswa mengalami luka tembak.Kamis 18 September 1997, Pukul 08.00. Warga pribumi dan warga Cina berkumpul di Mapoltabes Ujungpandang.Sementara Panglima Kodam VII Wirabuana Mayor Jenderal Agum Gumelar dan Walikota Ujungpandang Malik B. Masry memberikan pengarahan di depan ratusan warga keturunan di Jalan Penghibur dan Jalan Sulawesi. Acara ini berlangsung di bawah penjagaan ketat.

Catat diatas semoga membawa manfaat terutama untuk kelompok minoritas (etnis cina) diseluruh Indonesia agar pandai-pandailah membawa diri sebab sekalipun kalian dekat dengan aparat namun jika pribumi sudah hilang kesabaran maka yang tersisa pasti hanyalah penyesalan.
Jadikanlah catatan ini sebagai renungan agar kalian disenang oleh pribumi nusantara.
Percayalah...pribumi itu orang yang beradab selama mereka tidak merasa disakiti yakinlah malah merekalah yang akan melindungi kalian. Tapi sebaliknya jika kalian arogan, sombong itu sama saja kalian ingin bunuh diri.

*SEMOGA CERITA INI DAPAT MENJADI INTROSPEKSI BAGI KAUM MINORITAS DI INDONESIA.
JIKA TIDAK INGIN TERULANG LAGI*.
Wassalam

Sabtu, 13 Mei 2017

Ingatlah Adzab Pedih yang akan menimpamu wahai Jendral Tito


Copas.MOH NAUFAL DUNGGIO

*(KETUA LEMBAGA DAKWAH KHUSUS PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH DKI JAKARTA &*
*SEKRETARIS KOMITE DAKWAH KHUSUS MUI PUSAT)*

Tatkala kau tetapkan Ulama kami *HABIBUNA MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB* jadi tersangka maka saat itu pula kau telah menggali *KUBURAN KEHINAAN* dirimu dan keluargamu di dunia dan akhirat.

Banyak di dunia ini contoh-contoh orang yang menghina Ulama akhir hidupnya menderita menuju *SU'UL KHOTIMAH*.
*Menghina Ulama sama aja menghina Nabi MUHAMMAD Shallallahu alaihi wasallam*.

Lihat contoh *SOEKARNO* presiden pertama negeri ini. Diakhir hayatnya mengemis-mengemis minta BUYA HAMKA yang menenjadi IMAM untuk MENYOLATI JENAZAHNYA kalau dia wafat.

Bukankah Soekarno yang memenjarakan Buya HAMKA ...?

Lihatlah *MUSTAFA KEMAL ATTATURK* presiden Turki. Jenazahnya gak bisa diterima bumi (tanah) akhirnya ditaruh diatas bukit dan hanya di tutup dengan batu-batuan karena  tanah tidak mau menerima JASAD yang membunuh banyak Ulama dan sangat anti Arab.

*Di Mesir* juga ada seorang JENDRAL dan anak buahnya pada gila disaat pensiun dikarenakan banyak memenjarakan dan menyiksa Ulama nya yang tidak sefaham dengan mereka.

Di Libya *MOAMAR KHADAFI* akhir umurnya mati dalam keadaan TRAGIS karena semasa berkuasa banyak memenjarakan dan menyiksa para Ulama. Tidak sedikit Ulama dimasa dia mati dalam penjara.

Contoh-contoh ini harusnya jadi bahan pelajaran dan i'tibar bagi para penguasa dimana saja terlebih di negeri ini.

Silahkan kau Jendral cari pasal-passl di KUHP untuk menjerat Habib Rizieq.

Dikala Bambang Tri bikin buku JOKOWI UNDERCOVER kalian bilang itu tidak ilmiah dan jangan dibaca.

Namun dikala TESIS habib Rizieq tentang Hari lahir PANCASILA yang merupakan sebuah karya ilmiah dan lulus dengan nilai CUMLAUDE yang  diuji oleh Doktor-Doktor ternama di Malaysia kalian bilang itu *MELAKUKAN PENGHINAAN KEPADA PANCASILA*.

*Dimana sifat konsistensi anda Jendral ...?*

Buatlah sesukamu Jendral mumpung lagi berkuasa dan senjata ada ditangan kalian.

*INGAT*

Satu RIZIEQ kalian ambil dan kalian tahan bahkan kalian bunuh sekalipun ... *GHIRAH PERJUANGAN* ...
ini tidak bakalan padam.

Akan muncul beribu-beribu bahkan berjuta-berjuta HABIB RIZIEQ di muka bumi tanah pertiwi ini.

Kami BELA ISLAM bukan karena RIZIEQ tapi kami bela Islam karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala. *Rizieq boleh Mati tapi ALLAH Shubhanahu Wa Ta'ala tidak pernah mati*.
Camkan itu Jendral.

*Kami akan MELAWAN ketidak adilan ini. Kami tidak akan diam*.

*Lambat atau cepat kami akan melawan. Tunggu saja Jendral.*

Semoga Allah memberikan kita semua umur panjang agar bisa melihat tersiksanya kau Jendral dan Keluargamu di dunia ini, akibat kau menghina Ulama kami.

3 atau 4 tahun lagi kau bakal pensiun. In syaa ALLAH pastikan kau tidak bakal ketemu dengan kita di jalan umum karena pasti saat itu kau tidak punya pengawalan super ketat seperti disaat kau lagi menjabat.

Bila kau bertemu dengan kita-kita ini maka kau akan lihat apa yang akan terjadi sama kau Jendral. Bakal menyesal kau seumur hidupmu.

Wajahmu tidak bakalan kami lupa sampai akhir zaman. Wajah pembenci Ulama kami.

Camkan ini Jendral. Semoga kau cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar sebelum ketemu dengan MALIKUL MAUT MALAIKAT IZROIL. Aamiin.

Dari anak bangsa PENCINTA POLRI.

SAVE POLRI dari Jenderal PHOBIA ISLAM

 teruskan broadcast ini agar bisa sampai di baca dengan Jenderal -Jenderal.

Cerita Cinta mukidi kepada Peri Jahat


Mukidi menggila dan Anarkis pecahkan kaca melampiaskan segala Rasa kecewa yang begitu Teramat sangat dalam terhadap pujaan hatinya.

Sang Peri ketakutan berlari menuju kamar mengurung diri Ketakutan hingga gemetar :( 

Mukidi OHH .. mukidi 
Hentikan kegilaanmu 


Cinta tak berbalas memang bisa membuat orang lain melakukan hal yang Aneh bin superLebay 
Mungkin sudah Takdir atau sudah Lelah itu si Mukidi 
#adaAQUA 

Peri said : 
Bodo amatlah .... 



Weka WekA weka cekakak 


Udah ahh .. gtu aj ceritanya 
Lagi malas Nulis :D

Jumat, 12 Mei 2017

We are Muslim Cyber Army


 copas_najwa azqia. 

"Kamilah Cybermuslim"

Dulu 2012 pada saat Pilkada Ibukota, Cybermuslim masih jalan sendiri-sendiri. Netizen muslim masih banyak yang tak peduli hingga Pilkada DKI akhirnya dimenangkan oleh Partai moncong sapi.

Tatkala Pilpres 2014 pun Cybermuslim masih tampak setengah hati, jagoan para ulama pun kembali kalah oleh orang yang sama, yang mencitrakan diri sederhana dan dekat dengan rakyatnya. Alhamdulillah, muslim masih bisa move on ketika jagoannya kalah, tidak sampai kirim bunga ke depan Istana negara, tidak sampai melepas balonku ada lama rupa rupa warnanya, tidak sampai menyalahkan lilin sebanyak sekarang... 

kenapa ???  
Dulu listrik masih murah, jadi belum butuh lilin sebagai alat penerangan 
 #ehhh. Dan yang terpenting, tidak ada demo ini demo itu, aksi ini aksi itu gegara jagoannya kalah Pilpres. Indonesia aman, Polisi dan TNI bisa tidur nyaman.

Eng ing eng... 
lalu muncullah karakter antagonis menjadi Gubernur Ibu Kota, dapat lungsuran jabatan dari sohibnya.  

 Mulailah kekacauan terjadi dimana-mana, ya karena mulut sang Gubernur seperti tidak ada filternya, klimaks dari itu semua adalah penistaan Al-Qur'an di Kepulauan seribu, dst dst. 

 Cybermuslim yang tadinya terpecah, bergerak sendiri-sendiri mulai merapatkan dan meluruskan barisan. Komando ulama hanif menjadi acuan. Semua bergerak, bahkan yang tadinya cuek akhirnya jadi melek. Yang tadinya gaptek jadi hitech. 

 Semua demi membela Kitab Suci Al-Qur'an (bukan Alkitab ya) yang sangat dicintai.

Apa yang terjadi....WARBIYASAHHH !
 Aksi-Aksi Bela Islam tidak pernah sepi. Siapa yang menyebar undangan ? Para Cybermuslim !!! 

Yang paling fenomenal tentunya Aksi 212. 
Siapa yang mampu mengumpulkan 7 juta manusia ??? Yang jelas itu kehendak Allah, seruan ulama dan pelakon utama penggalangan Aksi Terbesar di Dunia ini adalah para Cybermuslim !!! 

 Aksi damai, tertib, bersih, syahdu, khusyu, menggetarkan siapapun yang ada disana
 ini tercatat dalam sejarah Islam dunia sebagai SHOLAT JUM'AT TERBESAR DI DUNIA !!! 

Lalu Pilkada Ibukota negara mayoritas muslim terbesar di dunia pun berhasil dimenangkan oleh jagoan Ummat Islam. 

 Saya teramat yakin peran Cybermuslim amat sangat besar dalam kemenangan ini. Pilkada DKI sudah seperti Pilpres yang melibatkan Cybermuslim seluruh Indonesia bahkan dunia.

Musuh-musuh Islam mulai ketar-ketir. Komunis, Syiah, Liberal, aliran sesat yang tadinya anteng-anteng dalam perlindungan kekuasaan mulai kebakaran kumis. 

Gerakan Cybermuslim begitu masif dan solid. Tidak bisa dipecah belah walau dihantam banyak berita hoax yang menyudutkan ulama dan ummat Islam.

Kenapa Cybermuslim
 sehebat ini ??? 
Sebesar ini ???
 Sekompak ini ??? 

Siapa yang menggaji mereka ??? Dimana Kantor pusatnya ???---

Cybermuslim hebat karena melakukan semua Lillahita'ala, 

bukan karena motivasi dunia. Cybermuslim yakin Allah yang akan menggajinya, jika tidak dunia pasti di akhirat kelak. Cybermuslim solid dan kompak karena patuh kepada seruan Ulama Hanif...Gurunda Habib Rizieq Syihab, Ustadz Arifin Ilham, Ustadz Bachtiar Natsir, Aa Gym dkk adalah ulama yang selalu 

Cybermuslim tunggu komandonya.
 Ya...bergerak hanya dengan satu komando !

Lalu siapakah sebenarnya Cybermuslim itu ??? 

Itulah kita semua, muslim netizen yang tergerak hatinya untuk membela agama dan bangsanya. 

Ya..pasukan kami terdiri dari Cybermuslim Laki2, Perempuan (Cyberdaster,Cybergamis dll), remaja, bahkan orang-orangtua yang dulunya gaptek kini mempersenjatai dirinya dengan smartphone dan amunisi kuota internet agar bisa berkontribusi dalam Jihad Medsos yang digaungkan para Ulama pemimpin kita.

Ya...perjuangan ini masih panjang. Apa target utama Cybermuslim ??? 

Kejayaaan ummat Islam dalam bingkai NKRI. 
Kita cinta Islam,
 kita cinta NKRI,
 kita mendukung kebhinekaan, kita sangat bertoleransi,
 kita menghormati saudara-saudara non muslim yang tidak mengganggu.

 Mari kita hidup berdampingan, saling menghargai dan tidak mencampuri wilayah privasi agama masing-masing. 

 Lakum diinukum waliyadin. 


Saya bangga jadi Cybermuslim...
Bagaimana dengan anda??? 

Salam MCA 
#KamiBersamaHRS
...

Kamis, 11 Mei 2017

Strategi Balas Dendam Cukong dan Campur Tangan Asing bebaskan Ahok

Makar Mereka 👇 Pasti Tumbang....!!!✊

*#copas*
Sebagai seorang praktisi Media Strategis, saya terbiasa menyusun strategi dalam bentuk algoritma dan narasi deskriptif (seperti story telling).
Sepekan terakhir, saya berusaha membaca aksi pendukung Ahok yang dilakukan dengan sangat terstruktur dan terorganisir menggunakan metode narasi yang biasa saya gunakan untuk menyusun strategi media..
 Setelah berdiskusi dengan beberapa pakar, observasi, serta mengumpulkan informasi dan data yang cukup, saya memutuskan untuk menuliskannya.

Narasi strategi periklanan atau pemasaran produk biasanya sangat sederhana, berbeda dengan narasi strategi politik. Unsur dalam narasi strategi politik lebih kompleks karena melibatkan banyak pihak, kepentingan, dan sarat akan friksi (kesenjangan antara ekspektasi dan realitas lapangan).

Melalui pola peristiwa yang terjadi, saya menemukan setidaknya ada 4 tahap strategy yang digunakan oleh Tim Ahok yang ditujukan untuk membebaskan Ahok.

Saya merangkum strategi tersebut:

Mendominasi Perhatian dan Emosi Seluruh Masyarakat

Tanpa di nasionalisasi secara sengaja, peristiwa Ahok telah mendominasi hampir seluruh perhatian masyarakat Indonesia. Itu artinya, medan pertempuran politik antara Pendukung Ahok dan masyarakat Indonesia (saya sengaja gunakan terma masyarakat Indonesia) beralih dari pertempuran lokal DKI Jakarta menuju pertempuran skala nasional.

Medan tempur nasional tentu harus dihadapi dengan strategi tempur nasional. Tim Ahok menyadari ini.

 Kita sudah melihat 'pertempuran nasional' melalui aksi balas aksi yang terjadi di akhir tahun 2016 lalu.

Elit yang terpolar dan diperparah dengan media yang terpolar menciptakan masyarakat yang semakin terpolar pula.

Sebelum beranjak menuju strategi berikutnya, Tim Ahok lebih dahulu masuk kedalam relung emosi masyarakat Indonesia.
Ini Dalam upaya mendominasi emosi publik, telah banyak sekali manuver berisi pesan emosi yang dilancarkan oleh Tim Ahok dan ditayangkan kepada publik: kemarahan Ahok di Balai Kota, tangis di persidangan, saudara tiri Ahok, tangis pendukung Ahok, kisah keluarga Ahok, dan segala yang membangkitkan emosi publik.

 Dalam psikologi, pesan emosi terpatri dalam memori jangka panjang dan lebih mendominasi kesadaran.
Emosi tersebut nantinya akan diaktifkan dan dimanipulasi dengan strategi lainnya.

Strategi Polaritas: Polarisasi Masyarakat Indonesia

Upaya polarisasi adalah upaya yang sengaja dilakukan oleh Tim Ahok.
 Hal ini sudah dilakukan sejak sebelum Pilkada. Namun, akhirnya polarisasi Tim Ahok ini justru sangat ekstrem, mirip seperti polarisasi yang dilakukan oleh George Bush melalui propaganda perang melawan teroris.
 Bush menggaungkan 'Anda bersama Kami atau Anda bersama Teroris' melali berbagai saluran media. .

Tim Ahok juga melakukan hal serupa. Awalnya, Ahok digambarkan sebagai sosok representasi Bhinneka Tunggal Ika, kemudiam Tim Ahok menggaungkan 'Anda bersama Kami, atau Anda bersama orang-orang radikal, anti kebhinnekaan, anti pancasila, anti NKRI dan sebagainya.

Berbagai instrumen digunakan untuk melancarkan strategi polarisasi ini, mulai dari kampanye sosial media, hingga iklan di media mainstream yang ditayangkan beberapa waktu sebelum Pilkada, yang menuai kontroversi dari masyarakat Muslim.

Pertanyaannya, mengapa diperlukan polarisasi?

Pertama, polarisasi dilakukan untuk menyedot massa mengambang, yang belum bersikap atas kasus Ahok sehingga mereka mau bersikap dan mendukung Ahok.

 Persis seperti strategi Tatcher pada pemilu Inggris tahun 1979. Kedua, membuat ragu massa lawan dengan merusak citra lawan.

Lawan yang dipropagandakan sebagai anti bhinneka, anti pancasila dan sebagainya, akan mendapatkan citra negatif.

Strategi Politik Simbol dan Pseudo Event

Presiden Jokowi adalah pakarnya politik simbol. Ketika berkunjung ke kediaman Prabowo pada Oktober 2016 lalu, di akhir pertemuannya Jokowi meminta Prabowo untuk bertemu wartawan dengan menaiki kuda. Prabowo khawatir, namun tak kuasa menolak. Alhasil, Jokowi menemui wartawan dengan kuda. Setelah itu, Jokowi juga melakukan roadshow ke markas TNI dan kepolisian. Strategi ini juga diadopsi oleh Tim Ahok.

Semua sudah direncanakan oleh Tim Ahok:
Menemui Raja Salman, naik satu mobil dengan Presiden Jokowi, meresmikan Masjid Daan Mogot, dipeluk dengan tangisan oleh saudara tiri yang Muslim, dan sebagainya.

Konstruksi realitas dari simbol tersebut sangat jelas:
Ahok juga pro-Islam, Ahok tidak bersalah, dan Ahok berkuasa.

Lalu, untuk apa semua simbol itu?

Tentu saja mendapatkan simpati rakyat. Kesan semu menipu yang dihasilkan oleh peristiwa simbolik seperti itu,
 ditambah dengan framing media, harapannya membuat rakyat simpati pada Ahok.

Awalnya, saya menduga dagelan simbol ini akan berakhir setelah Pilkada usai.

Namun, kenyataannya tidak demikian. Simbol baru direkayasa untuk mempertahankan legitimasi dan citra Ahok. Bunga karangan, lilin, bunga mawar, tugu keadilan hingga badut Balai Kota,

semuanya hanya simbol untuk menarik perhatian, simpati dan membangun opini bahwa Ahok tidak bersalah.

Perhatian siapa?

Perhatian masyarakat Indonesia dan perhatian komunitas Internasional.

Tim Ahok ingin memperluas medan pertempurannya menjadi pertempuran tingkat nasional (saya bahas dalam poin berikutnya).

Setelah simbol, strategi berikutnya adalah pseudo-event atau acara palsu/semu yang direkayasa untuk mengundang perhatian media dan mengkonstruksi realitas baru.

Hamp ir sama dengan politik simbol, namun yang ini lebih berbahaya. Para pemasar, termasuk saya, menggunakan ini untuk mendapatkan pemberitaan, mengiklankan secara gratis dan menjual barang.

 Dalam dunia pemasaran, para pemasar merekayasa instrumen pseudo event seperti konferensi pers, 'bocoran' produk, 'demo' produk, dan sebagainya.

Tim Ahok melakukan pseudo event dengan berbagai instrumen rekayasa: antrean pendukung Ahok yang mengular di Balai Kota, tangisan pendukung Ahok, saudara tiri Ahok, rekayasa perusakan karangan bunga, aksi massa pendukung Ahok saat dan pasca sidang Ahok, yang masih bertahan hingga tadi malam (10/5), aksi lilin di berbagai daerah, paduan suara di Balai Kota, hingga pengumpulan 1 juta KTP untuk menangguhkan penahanan Ahok. Tujuannya sama: Mendapat ekspos media, menyebar opini Ahok tidak bersalah, hingga mengkonstruksi realita palsu (pseudo reality)
dalam benak publik bahwa Ahok masih didukung, diharapkan dan mendapat legitimasi dari masyarakat.

Dari Festivalisasi Menuju Internasionalisasi

Hukum demokrasi adalah:
Rakyat memegang kekuasaan tertinggi.

 Saya menyadari betapa sulit posisi Ahok dan Timnya saat ini untuk melepaskan Ahok dari jerat hukum, meskipun Ahok di back up oleh penguasa sekalipun.

Namun, setelah mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk melakukan strategi polarisasi, politik simbol, pseudo event dan strategi lainnya, kini Tim Ahok menyadari bahwa untuk membebaskan Ahok memerlukan daya upaya yang lebih besar daripada sekadar tekanan lokal.

Tekanan internasional adalah jawabannya.

Pertama, Ahok melakukan festivalisasi melalui berbagai instrumen, termasuk aksi lilin yang digelar semalam (10/5) di NTT, Jogja, Manado, Papua, hingga Tugu Proklamasi.

 Merekayasa seakan-akan ada tekanan dari masyarakat berbagai daerah di Indonesia untuk membebaskan Ahok, membuat pemberitaan media dan framing yang dilakukan semakin tajam untuk membebaskan Ahok.

Kedua, isu-isu yang disampaikan melalui politik simbol dan pseudo event tanpa henti yang dilakukan oleh Tim Ahok diarahkan secara khusus kepada masyarakat dan komunitas internasional dengan menggambarkan bahwa Ahok adalah minoritas yang diperlakukan secara tidak adil oleh hukum.

Tujuannya, agar masyarakat dan komunitas internasional terlibat dalam pertempuran, sesuai dengan strategi Tim Ahok. Opini dan tekanan dari berbagai komunitas internasional nantinya akan mempengaruhi opini lokal, nasional, hingga kebijakan pemerintah.

Nyatanya, kecaman telah datang dari berbagai negara seperti Belanda dan Inggris, yang terpancing dengan pseudo event, framing pemberitaan media dan LSM yang direkayasa. Bahkan, beberapa pihak diketahui telah menekan PBB agar PBB menekan Indonesia untuk meninjau ulang UU pasal penistaan agama.

Dengan kolaborasi strategi lokal, nasional dan internasional, maka bukan tidak mungkin penangguhan hingga pembebasan Ahok dari jerat hukum akan terwujud.

Namun, friksi yang terjadi selanjutnya, tidak akan ada yang tahu.

=======<<=<<<======

Ayo lawan Mereka di Medsos...
Kita Punya Allah....
Banyak2 beristighfar..!!
Berdoa dan terus bergerak, terus men-tweet, terus sharing di Fb....✊✊